LUKMAN HAKIM DITANTANG MELOMPAT


(Parepare,09-Feb-2018) / Oleh : HUMAS


WALIKOTA SEDANG MEMBERIKAN TANGGAPAN ATAS PRESENTASE DIREKTUR PDAM

Taufan Pawe selaku Walikota Parepare dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perusahaan Daerah Air Minum Kota Parepare tahun 2018 menyampaikan bahwa semua PDAM yang ada di Indonesia semuanya ingin maju, namun keinginan saya tidak demikian melainkan Direktur harus melompat agar fungsi pelayanan dasar masyarakat dibidang air bersih bisa terpenuhi lebih cepat, Direktur PDAM dalam mengelola PDAM jangan monoton dalam pekerjaan rutinitas semata, tapi Direktur harus berinovatif. Rapat ini turut hadir Ketua Dewan Pengawas, Direktur dan pejabat struktural dan fungsional PDAM pada tanggal 8 Februari 2018 bertempat ruangan rapat PDAM.

Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat harus ditunjang dengan kualitas Sumber Daya Manusia yang memadai , Direktur harus memperhatikan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, harus berani menganggarkan lebih banyak untuk kepentingan pelatihan karyawan, harus lebih banyak mengikutkan pelatihan bagi karyawannya demi peningkatan kualitas sumber daya manusia PDAM, kalau perlu cari daerah yang sukses mengelola PDAM dan kirim karyawan kesana guna menimbah ilmu didaerah tersebut. Dengan mereka melihat langsung bagaimana pengelolaan PDAM yang baik, dan diharapkan karyawan tersebut bisa menerapkanyan juga di PDAM Parepare.

Selain mengirim karyawan mengikuti pelatihan, yang paling utama adalah memikirkan kesejahteraannya, karyawan harus disejahterakan, Direktur harus memikirkan itu, kalau karyawan PDAM sudah sejahtera otomatis kinerjanya akan lebih baik dan berdampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Daerah selalu memperhatikan PDAM, tiap tahun mengalokasikan dana melalui APBD Kota Parepare, ini bisa dilihat sejak tahun 2013 sampai dengan 2017 pemerintah telah mengalokasikan dana kurang lebih 32 millyar, dana ini diperuntukan untuk penambahan debit air dengan melakukan pengeboran Sumur Dalam sebanyak 14 titik dengan kapasitas produksi masing-masing 20 liter/detik. sesuai target pemerintah daerah bahwa akhir tahun 2017 masyarakat tidak akan lagi menjerit akibat kekurangan air bersih yang dipasok oleh PDAM, dan alhamdulillah target tersebut sudah terpenuhi.

Namun demikian Direktur tetap harus kerja keras, walaupun ketersediaan debit air baku sudah tercukupi kalau cara pendistribusian air tidak tepat, maka tentunya akan berdampak terhadap pemerataan air kepelanggan. Pemerintah Daerah untuk tahun anggaran 2018 kembali mengalokasikan dana sebesar dua millyar yang diperuntukkan rehabilitasi pipa distribusi yang tidak layak pakai lagi.

Taufan Pawe berharap pada saat memasuki musim kemarau tahun 2018, masyarakat tidak ada lagi yang kekurangan pasokan air dari PDAM seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.